Pages Menu
logo keuskupan
Jl. Bengawan No 3 Surabaya. Catholic Center I Telp : 031 5678419 ext. 17 I Email : Komkep_Surabaya@yahoo.com
Persekutuan Murid-Murid Kristus Yang Dewasa Dalam Iman, Guyub, Penuh Pelayanan dan Misioner
Categories Menu

Posted by on Apr 27, 2016 in Berbagi Inspirasi, Berita Terkini | 0 comments

Reportase Temu Moderatores Komkep Regio Jawa 2016

Temu Moderatores Komkep Regio Jawa 2016

IMG_3060_resize

Meneruskan tradisi sejak 1995, tahun ini Temu Moderatores (Temod) Komisi Kepemudaan (Komkep) Regio Jawa kembali digelar dengan Keuskupan Surabaya sebagai tuan rumah penyelenggara. Dengan mengambil tema “Spiritualitas Yesus Bagi OMK”, acara ini dihadiri 35 peserta plus semua romo ketua Komkep dari 7 keuskupan di Regio Jawa.

Temod yang digelar pada 11 – 13 April 2016 di Wisma Resi Aloysii Claket Pacet ini mencoba membedah spiritualitas Yesus yang dapat dipelajari dan diterapkan dalam pastoral orang muda di keuskupan masing-masing. Sessi pertama diawali dengan presentasi oleh Romo Tri Kuncoro Yekti, ketua Komkep Surabaya 2006-2011 yang mengajak peserta untuk melihat sosok Yusuf Arimatea sebagai inspirasi bagi pastoral OMK. Di tengah fenomena mutung yang kerap dialami oleh pendamping, pengurus dan OMK sendiri, sosok Yusuf Arimatea bisa menjadi teman batin yang menguatkan. Yusuf Arimatea adalah murid Yesus yang meminta jenazah Yesus dimakamkan dengan layak. Dia menghadap Ponsius Pilatus untuk meminta ijin justru di saat murid-murid merasa kematian gurunya adalah akhir dari perjalanan mereka. Dia “mendekat” di saat yang lain “menjauh”. Dia melakukan sesuatu ketika yang lain diam. Dia berani ketika yang lain takut.

Di sessi kedua Romo Hardi Aswinarno, Pr. mengingatkan peserta untuk tetap berakar dalam Kristus. Segala jenis kegiatan dalam pastoral OMK haruslah membawa OMK dalam perjumpaan dengan Yesus. Caranya bisa beraneka ragam, asal tujuannya sama : berziarah bersama agar dapat “bertemu” mendekat dan berakar dalam Kristus.

Berikutnya, di sessi tiga, peserta diajak masuk dalam diskusi kelompok untuk mencari perikop Injil yang bercerita tentang bagaimana Yesus memampukan (empowerment) orang lain agar orang lain itu melakukan sesuatu untuk orang lain. Singkatnya menjadi man for other. Aktivitas ini ingin menggali pengalaman dalam pendampingan yang membutuhkan spiritualitas man for other agar tujuan pendampingan tercapai, yaitu “janganlah menjadi terang supaya orang lain melihatmu. Jadilah terang agar melalui kamu orang dapat melihat Kristus” (C.S. Lewis). Sessi ini difasilitasi oleh penulis.

IMG_3035_resizeRomo Aloysius Widyawan, Pr. hadir mengisi sessi keempat dengan menghadirkan dua sosok ibu dan anak yang menjadi pendamping bagi kaum marginal di Surabaya. Ibu Monica dan Tari sama-sama bekerja di lembaga sosial yang mendampingi penderita HIV-AIDS, pekerja sosial dan kaum marginal lainnya. Sebagai umat Paroki Redemptor Mundi, ibu dan anak ini mencerminkan kerahiman Ilahi lewat aktivitas yang mereka lakukan. Spiritualitas berani berkorban yang mereka jalani hendaknya juga menjadi spiritualitas dalam pastoral OMK.

Spiritualitas untuk berani ambil bagian dalam perubahan di sessi kelima dibawakan oleh Romo Edi Laksito, Pr. (akrab dipanggil romo Nanglik). Romo Nanglik memakai perikop Yesus masuk kota Yerusalem sebagai pembuka sessi. Menurutnya, spiritualitas ambil bagian dalam perubahan digambarkan dengan jelas lewat perikop yang kita peringati sebagai Minggu Palma itu. Di situlah Yesus menjadikan diriNya subyek perubahan dan para pelaku pastoral OMK hendaknya mengikuti jejak Yesus dengan mengambil bagian dalam perubahan yang sudah dilakukan Yesus.

Sebagai penutup pertemuan hari kedua, peserta diajak merumuskan sendiri temuan mereka dalam rangkaian sessi yang sudah mereka ikuti dan menampilkannya dalam bentuk pentas seni.

 

Di hari ketiga peserta merumuskan Rencana Tindak Lanjut di keuskupan masing-masing. Sebagai penutup Temod, perayaan Ekaristi dipersembahkan oleh Romo Vikjen Keuskupan Surabaya Romo Tri Budi Utomo (akrab dipanggil romo Didik). Temod berikutnya di tahun 2017 akan diselenggarakan di Keuskupan Purwokerto.

“Semoga apa yang kami pelajari selama Temod ini dapat kami bagikan di keuskupan kami sebagai bekal penting dalam berpastoral dan kelak juga akan kami bagikan ke teman-teman se-Regio Jawa,” ujar Romo Budi Purwanto, Pr. Ketua Komkep Keuskupan Agung Semarang.

 Kaderisasi OMK dan Mahasiswa Regio Jawa

Masih di lokasi yang sama dengan Temod, pada 13 – 15 April 2016 digelar Kaderisasi OMK dan Mahasiswa Regio Jawa yang diadakan oleh para romo ketua Komkep Regio Jawa. Kaderisasi ini adalah salah satu upaya untuk membina dan melatih OMK dan mahasiswa di Regio Jawa untuk menjadi kader Gereja dan aktivis di masyarakat. Sekitar 50 peserta dari 7 Keuskupan di Regio Jawa berpartisipasi dalam kaderisasi tiga hari dua malam ini.

IMG_4087_resizeMateri utama yang diberikan kepada peserta bersumber dari buku karya Romo Mangunwijaya berjudul Ragawidya ; Religiositas Hal-hal Sehari-hari. Selama tiga hari peserta diajak dalam  berbagai aktivitas dan diskusi yang bermuara pada pengalaman perjumpaan dengan Tuhan. Menurut Ragawidya, perjumpaan dengan Allah dan pemaknaan hidup dapat dipetik lewat aktivitas sehari-hari yang sering tidak kita sadari. Kesejatian hidup adalah keselarasan, kesatuan jasmanirohani, jiwaraga (bukan jasmani dan rohani, bukan jiwa dan raga). Romo Mangun menyebut “menjadi manusia sejati tidak hanya yang terlihat, yang fisik, tapi setidaknya bisa melihat, menghayati segala sesuatu yang biasa atau luar biasa dengan kepercayaan iman, harapan dan kasih. Agar jadi jiwa manusiawi yang sempurna, ia harus semakin membadan. Agar jadi badan manusiawi yang sempurna, ia harus semakin menjadi jiwa. Tubuh manusia adalah bahasa yang mewartakan batin. Yesus adalah seratus persen Allah, seratus persen manusia. Dia menjadi wahyu Allah yang kelihatan, menjadi raga, bukan sabda.

“Peserta ini adalah OMK dan mahasiswa yang aktif dan kekinian. Mereka perlu diingatkan tentang betapa pentingnya memaknai hidup kita sehari-hari sebagai perjumpaan dengan Allah agar hidup mereka tidak berjalan mekanis seperti robot,” ujar Romo Kristi Adi Prasetya, Pr. Ketua Komkep Keuskupan Purwokerto.

Dalam kaderisasi ini peserta melakukan hal-hal sehari-hari -seperti berjalan, mendengar, melihat, duduk dan lain sebagainya- dengan pemaknaan yang mendalam. Aktivitas itu dibungkus dalam sharing dan refleksi di dalam kelompok. Peserta juga diperkenalkan dengan doa Sadhana ala pastor Anthony de Mello.

Di hari kedua peserta diajak memaknai aktivitas sehari-hari yang lebih “berat” yaitu bekerja. Ya, mereka mengerjakan semua aktivitas di rumah seperti menyapu, mengepel, membersihkan jendela atau membersihkan kamar mandi. Semua aktivitas itu disadari sepenuhnya sebagai usaha kita untuk memahami kehendak Allah kepada kita yang dicintaiNya.

IMG_4112_resizeSuasana kaderisasi tampak menyenangkan karena usia rata-rata peserta sama yaitu 19-23 tahun. Peserta tampak antusias mengikuti proses dan berjumpa dengan teman-teman baru se-regio Jawa. Menurut rencana kaderisasi ini akan dilanjutkan secara berjenjang di tahun depan dengan kategori peserta yang sama yaitu OMK dan mahasiswa di Keuskupan regio Jawa. (*) Yudhit Ciphardian

 

 

MENEMUKAN ALLAH DALAM KESEHARIAN

IMG_0728Temu Moderatores dan Kaderisasi Orang Muda Katolik (OMK) keuskupan-keuskupan se-Regio Jawa, mengharapkan OMK mampu menemukan Allah dalam keseharian.

Komisi Kepemudaan (Komkep) Regio Jawa menggelar Temu Moderatores dan Kaderisasi OMK keuskupan-keuskupan Regio Jawa pada Senin-Jumat, 11-15 April 2016. Kegiatan bertajuk “Spiritualitas Yesus Bagi OMK” ini diselenggarakan di Griya Samadhi Resi Aloysii, Pacet Mojokerto Jawa Timur.

“Kaderisasi untuk OMK baru kali ini diselenggarakan, biasanya hanya pertemuan Komkep saja. Dalam pertemuan ini kami menggunakan metode Ragawidya yang dibuat oleh almarhum Romo Y.B. Mangunwijaya. Metode ini diharapkan dapat membuat peserta menemukan Allah dalam kehidupan sehari-hari dan hal-hal yang sederhana,” kata Romo Frans Kristi Adi Prasetya, Ketua Komkep Keuskupan Purwokerto sekaligus Ketua Steering Committee Komkep Regio Jawa.

Kegiatan ini diikuti tujuh keuskupan di Regio Jawa: Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Bogor, Keuskupan Bandung, Keuskupan Malang, Keuskupan Purwokerto serta Keuskupan Surabay sebagai tuan rumah. Peserta Temu Moderatores adalah para pengurus Komkep keuskupan dan pengurus kemahasiswaan Regio Jawa. Sedangkan peserta kaderisasi adalah perwakilan OMK dari Regio Jawa

Spiritualitas Yesus

Sekretaris Eksekutif Komkep KWI Romo Antonius Haryanto yang juga hadir mengungkapkan, kaderisasi bukan sekadar fisik belaka namun juga formasi iman yang diterjemahkan dalam spiritualitas Yesus Kristus. “Kaderisasi bukan sekadar motivator di permukaan, namun harus mendalam dan berakar. Dalam konteks Gereja orang muda tentu berakar dalam Kristus.”

Di kegiatan ini OMK diajak melakukan refleksi kehidupan dan mengelola raga serta jiwa. Untuk mewujudkan jiwa yang “membadan” dan badan yang “menjiwa.” OMK mengikuti berbagai kegiatan di antaranya pendasaran biblis Kisah Perjalanan Murid ke Ernuus dan Sadhana atau meditasi yang dikemas ala Ignasian yang dikembangkan para Yesuit.

OMK saat ini seperti murid di Emaus yang kehilangan kepercayaan. Untuk menguatkan iman dan membangun dasar spiritual yang baik, para peserta diajak untuk keluar berdua-dua seperti murid yang berjalan ke Emaus. Mereka diberi tugas untuk melihat, mendengar, dan merasakan kehadiran Allah lewat masyarakat dan alam sekitar.

“Lewat orang-orang yang ada di sini dan suasana alam yang indah sungguh merasakan kehadiran Allah. Ternyata Dia ada, yang Mahatinggi juga Mahahadir, hadir di sekitar kita,” ujar salah satu peserta Robertha Nimas Ayu Ratnaningtyas dari Semarang. Kegiatan ditutup dengan Misa dan shooting persiapan untuk Asian Youth Day 2017.

Aloislus Johnsis (Pacet) – Majalah Hidup edisi 24 April 2016

 

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>